![]() |
Di Indonesia, angka kematian ibu (AKI) masih sangat tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN. Angka tersebut bisa 3-6 kali lebih tinggi. Sedangkan jika dibandingkan dengan negara-negara maju, angkanya bisa 50 kali lebih tinggi. Hal yang sama juga ditemukan pada angka kematian bayi (AKB). AKB di Indonesia 1,2-15 kali lebih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah telah melakukan banyak kebijakan yang salah satunya adalah pemberdayaan keluarga. Kita sadar bahwa tanpa keterlibatan ibu-ibu, bapak-bapak, dan anggota keluarga lainnya maka akan sulit untuk menurunkan angka kematian bayi. Dalam pemberdayaaan keluarga ini, kita bersyukur karena kita mendapat bantuan dari pemerintah Jepang melalui kerjasama teknik-JICA (Japan International Cooperation Agency) dengan buku yang sangat terkenal dan baik yaitu buku KIA. Melalui buku KIA ini kita dapat memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu tentang kesehatan ibu dan anak sehingga mereka mengetahui jika terjadi masalah dalam kesehatan sehingga dapat berkonsultasi dengan petugas kesehatan. Buku ini telah dipakai di lebih 23 propinsi di Indonesia dan saya berharap mudah-mudahan dapat terus dikembangkan sehingga dapat digunakan di seluruh Indonesia selanjutnya dijadikan program nasional dalam salah satu upaya percepatan penurunan AKI dan AKB di Indonesia. |
Direktur Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH Juni 2002 |
トップ |