|
Tahun 1993 Program Buku KIA di Propinsi Jawa Tengah JICA menerapkan program buku KIA di Propinsi Jawa Tengah melalui proyek keluarga berencana dan kesehatan ibu dan anak sejak November 1989 hingga Oktober 1994. Program buku KIA ini berkembang secara bertahap di daerah proyek (desember 1993). Masyarakat di daerah pilot project, kotamadya Salatiga yang berpenduduk 150 ribu jiwa, sangat gembira menerima buku KIA yang ditandai dengan 90% kelahiran ditolong oleh tenaga kesehatan dan 80% kepatuhan membawa buku KIA dalam waktu 10 bulan sejak diperkenalkan buku KIA didaerah tersebut.
Tahun 1995 Pengembangan Program Buku KIA Program Buku KIA revealed kontribusi buku KIA menjadi suatu sumber informasi yang penting untuk ibu terutama ibu-ibu yang berpendidikan rendah yang memperhatikan KIA. Program buku KIA ditindaklanjuti oleh JICA-MCH advisors (pada bulan Mei 1995-Agustus 1997) dan dikembangkan di 22 kabupaten (dengan total penduduk 18 juta) di propinsi Jawa Tengah hingga akhir tahun 1997. Tahun 1998 Model Proyek Baru di 2 Propinsi Berdasarkan hasil dari proyek di Propinsi Jawa Tengah, pemerintah Indonesia meminta kerjasama proyek baru ke pemerintah Jepang melalui "Proyek Jaminan Kualitas Pelayanan KIA melalui Buku KIA". Pada bulan Juli 1998, JICA dan Depkes RI menandatangani kesepakatan proyek dan bulan Oktober 1998, kantor proyek baru di 2 propinsi yaitu propinsi Sumatera Barat dan Sulawesi Utara diterapkan.
Tahun 2001 Perubahan Fungsi Tugas Proyek Hingga akhir tahun 2001, program buku KIA telah diterapkan di 23 propinsi dan didistribusikan sekitar lebih dari 1,3 juta buku KIA kepada ibu hamil. Sehingga dapat dikatakan bahwa tugas proyek berubah fungsinya dari kerjassama proyek menjadi bantuan program buku KIA yang merupakan program nasional Depkes RI. ![]() |
トップ |